BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pengertian organisasi menurut Mills
dan Mills, organisasi adalah kolektivitas khusus manusia yang
aktivias-aktivitasnya terkoordinasi dan terkontrol dalam dan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Sementara itu, C. Argyris, salah seorang tokoh
utama yang mengawali pandangan tentang pentingnya pembelajaran (learning) dalam organisasi,
mendifinisikan organisasi adalah suatu strategi besar yang diciptakan
individu-individu dalam rangka mencapai berbagai tujuan yang membutuhkan usaha
dari banyak orang. Menurut Hatch yang menjelaskan bahwa organisasi memang dapat
didefinisikan dengan berbagai cara. Kita bisa melihatnya sebagai struktur
sosial, teknologi, kultur, struktur fisik atau bagian (sub-sistem) dari
lingkungan. Namun untuk lebih mudah diingat, unsure yang menentukan dalam
organisasi selalu adalah 3-P: purposes,
people, plan. Jadi menurut kelompok kami, organisasi adalah sebuah wadah
atau tempat berkumpulnya manusia yang memiliki rencana-rencana tertentu untuk
mencapai tujuan kelompok yang telah ditetapkan.
Penyusunan organisasi menghasilkan
struktur organisasi, suatu kerangka dimana berbagai fungsi yang dijadikan satu
agar semua pekerja dapat menyumbangkan tenaga dan kemampuannya secar produktif.
Para manajer yang mendesain sebuah struktur organisasi menghadapi
keputusan-keputusan yang sulit. Mereka harus memilih berbagai alternative
kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Proses para manajer
membuat pilihan-pilihan tersebut disebut desain organisasi, dan ini berarti
keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang menghasilkan sebuah struktur
organisasi.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1
Bagaimana
struktur organisasi ?
1.2.2
Bagaimana
perancangan organisasi yang baik ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.3.1
Mengetahui
dan menganalisis struktur organisasi.
1.3.2
Mengetahui
dan menganalisis perancangan organisasi yang baik.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
2.1
Pengertian Organisasi
Pengertian organisasi menurut Mills dan Mills, organisasi
adalah kolektivitas khusus manusia yang aktivias-aktivitasnya terkoordinasi dan
terkontrol dalam dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sementara
itu, C. Argyris, salah seorang tokoh utama yang mengawali pandangan tentang
pentingnya pembelajaran (learning)
dalam organisasi, mendifinisikan organisasi adalah suatu strategi besar yang
diciptakan individu-individu dalam rangka mencapai berbagai tujuan yang
membutuhkan usaha dari banyak orang.
Pengertian organisasi yang lebih
lengkap seperti yang didefinisikan oleh E. Wight Bakke, organisasi adalah suatu
system berkelanjutan dari aktivitas-aktivitas-aktivitas manusia yang
terdiferensiasi dan terkoordinasi, yang mempergunakan, mentransformasi, daya
alam menjadi suatu kesatuan pemecahan masalah yang unik dalam rangka memuaskan
kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia dalam interaksinya dengan system-sistem
lain dari aktivitas manusia dan sumber daya dalam lingkungannya.
Untuk lebih sederhananya, definisi
organisasi menurut Stephen P. Robbins, organisasi adalah suatu entitas sosial
yang secara sadar terkoordinasi, memiliki suatu batas yang relative dapat
diidentifikasi dan berfungsi secara kontinu (berkesinambungan) untuk mencapai
suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.
Menurut Hatch yang menjelaskan bahwa organisasi memang
dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Kita bisa melihatnya sebagai struktur
sosial, teknologi, kultur, struktur fisik atau bagian (sub-sistem) dari
lingkungan. Namun untuk lebih mudah diingat, unsure yang menentukan dalam
organisasi selalu adalah 3-P: purposes,
people, plan. Jadi menurut kelompok kami, organisasi adalah sebuah wadah
atau tempat berkumpulnya manusia yang memiliki rencana-rencana tertentu untuk
mencapai tujuan kelompok yang telah ditetapkan.
2.2 Pengertian Struktur
Organisasi
Menurut Hatch (1997:161), struktur
organisasi mengacu pada hubungan di antara elemen-elemen sosial yang meliputi
orang, posisi dan unit-unit organisasi dimana mereka berada. Hal ini dapat
diartikan bahwa, struktur organisasi menjelaskan pengaturan berbagai elemen
organisasi agar berada pada tempat dan fungsinya masing-masing, sehingga
efektif untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Menurut robbins (1990 : 5) Struktur
organisasi mendefinisikan bagaimana tugas-tugas dialokasikan, siapa melapor
kepada siapa, serta mekanisme-mekanisme koordinasi formal dan
pola-interaksi yang menyertainya.
Jadi, menurut kelompok kami,
struktur organisasi adalah pengaturan yang menghubungkan bagian-bagian komponen
dan posisi-posisi suatu organisasi demi terwujudnya tujuan organisasi tersebut.
2.3 Pengertian
Perancangan Organisasi
Rancangan
struktur organisasi sering disebut juga desain organisasi (organizational design). Ini merupakan salah satu tugas umum yang
harus dilakukan oleh setiap pengelola organisasi. Dalam hal ini, pengelola
organisasi perlu memikirkan suatu desain yang paling efektif untuk mewujudkan
berbagai tujuan organisasi. Artinya, perancangan struktur sangat bergantung
pada kondisi-kondisi khusus dari suatu organisasi itu sendiri. Akan tetapi,
ahli-ahli organisasi telah cukup banyak mengembangkan model desain struktur
yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh setiap pengelola organisasi.
(Kusdi, 2013: 184)
Para
manajer yang mendesain sebuah struktur organisasi menghadapi
keputusan-keputusan yang sulit. Mereka harus memilih berbagai alternative
kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Proses para manajer
membuat pilihan-pilihan tersebut disebut desain organisasi, dan ini berarti
keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang menghasilkan sebuah struktur
organisasi.
BAB III
PEMBAHASAN
STRUKTUR
ORGANISASI
Karateristik Struktural
Organisasi
1.
Kompleksitas
Struktur
Komplesitas struktur, menggambarkan
derajat diferensiasi dalam suatu organisasi, baik diferensiasi horizontal,
vertical, maupun spasial.
·
Diferensiasi
Horizontal
Penyebab
terjadinya diferensiasi horizontal adalah berkembangnya beragam unit dalam
organisasi berdasarkan orientasi pekerjaan, staf tugas-tugas di dalamnya, serta
latar pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas
tersebut.
·
Diferensiasi
Vertikal
Diferensiasi
vertikal adalah gambaran dari lapisan-lapisan hierarki dalam organisasi. Dalam
organisasi meningkatnya diferensiasi vertical juga menambah beban dalam hal
kontrol dan koordinasi. Organisasi kemudian menambah lapisan pengawas atau
supervisor (untuk mengawasi lapisan pekerja) atau manajer (untuk mengawasi
supervisor atau manajer level bawah)
·
Diferensiasi
Spasial
Diferensiasi
spasial menggambarkan sejauh mana fasilitas dan personal organisasi tersebar
secara geografis. Organisasi yang memiliki sejumlah kantor dan atau personel
yang tersebar-sebar dalam rentang geografis yang luas, tentunya akan menghadapi
kompleksitas yang lebih tinggi daripada organisasi yang hanya terpusat pada
satu atau beberapa lokasi..
2. Formalisasi
Tingkat formalisasi cenderung tidak
sama dalam suatu organisasi. Artinya ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang
mengharuskan tingkat formalisasi rendah, dan ada pula yang mendukung tingkat
formalisasi tinggi. Formalisasi dalam organisasi sebenarnya dapat dilakukan
dengan dua pola: (1) melalui aturan, prosedur, dan sanksi-sanksi regulative
yang disusun oleh pengelola organisasi, atau (2) melalui rekuitmen terhadap
tenaga-tenaga professional yang telah terdidik dengan nilai-nilai, norma-norma
dan pola perilaku sesuai profesi mereka.
3.
Sentralisasi
Sentralisasi dapat didefinisikan
sebagai sejauh mana otoritas formal untuk membuat pilihan-pilihan bebas
terkonsentrasi pada seseorang, sebuah unit, atau suatu level (biasanya
berposisi tinggi dalam organisasi), sedemikian rupa sehingga para pegawai
(biasanya berposisi rendah dalam organisasi) hanya dimungkinkan memberikan
input yang seminimal mungkin dalam pekerjaan.
Model-Model
Desain Organisasi
1.
Model
Mekanistik
Jenis desain organisasi yang
menekankan pentingnya produksi dan efisiensi. Jenis ini terformalisasi,
tersentralisasi, dan rumit. Model mekanistik mencapai produksi tingkat tinggi
dan efisiensi berkat ciri-ciri strukturnya, sebagai berikut:
·
Sangat
rumit akibat penekanannya pada spesialisasi kerja
·
Sangat
tersentralisasi akibat penekanannya pada kewenangan dan tanggung jawab
·
Sangat
formal akibat penekanannya pada pembagian departemen berdasarkan fungsinya
2.
Model
Organik
Desain organisasi model organic
merupaka desain organisasi yang menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan
pengembangan. Desain ini relative informal, terdesentralisasi dan sederhana.
Suatu desain organisasi yang memberikan rasa keberartian dan motivasi pribadi
bagi individu-individu dan memudahkan kepuasan, fleksibilitas, dan pengembangan
akan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
·
Relatif
sederhana akibat tidak berfokus pada spesialisasi dan menekankan pada
peningkatan rentang pekerjaan.
·
Relatif
terdesentralisasi akibat berfokus pada pendelegasian kewenangan dan peningkatan
kedalaman pekerjaan.
·
Relatif
informal akibat penekanannya pada pembagian departemen berdasarkan produk dan
pelanggan
3.
Model
Birokratik
Model birokratik ini memiliki banyak
kemiripan dengan organisasi mekanistik, dimana kompleksitas dan formalisasinya
sama-sama tinggi, sehingga kadang-kadang kita bisa rancu membedakan kedua tipe
ini. Organisasi birokratik dicirikan oleh desentralisasi wewenang, pengambilan
keputusan, sementara organisasi mekanistik dicirikan oleh sentralisasi.
PERANCANGAN STRUKTUR
ORGANISASI
Struktur
Sederhana
Kelebihan struktur
sederhana adalah sangat simple, dimana pola hubungan bersifat langsung,
sehingga aktivitas-aktivitas organisasi bisa dilaksanakan dengan mekanisme yang
fleksibel dan cepat. Biaya-biaya yang berkaitan dengan koordinasi dan control
biasanya relatif sangat kecil. Kelemahan pokok dari struktur ini adalah
aplikasinya sangat terbatas pada organisasi-organisasi kecil.
Contoh struktur sederhana:

Struktur
Fungsional
Struktur fungsional dibuat
dengan cara memecahkan aktivitas-aktivitas organisasi ke dalam fungsi-fungsi
yang terpisah. Organisasi dibagi-bagi menjadi beberapa bidang atau fungsi, yang
masing-masing tidak tercampur dengan fungsi-fungsi lain. Struktur fungsional
memiliki kelebihan dapat menghindari duplikasi. Kelemahan dari struktur
fungsional adalah beban yang harus ditanggung oleh pucuk pimpinan karena harus
terlibat dalam aktivitas operasional. Kelemahan lain adalah kecenderungan
terjadinya persangan antar-fungsi.
Contoh struktur
fungsional:

Struktur
Multidivisional
Struktur
multidivisional membagi organisasi berdasarkan salah satu dari cara ini: (1)
wilayah; (2) kategori klien/konsumen yang dilayani. Atau (3) jenis produk.
Kelebihan dari desain ini adalah bahwa level pucuk pimpinan dapat lebih
berkonsentrasi pada aspek-aspek strategis. Struktur ini juga membantu proses
kaderisasi untuk pimpinan organisasi dimasa mendatang. Kelemahan desain
struktur multidivisional antara lain adalah : (1) terjadinya duplikasi, dimana
setiap divisi memiliki fungsi-fungsi sendiri, yang tidak berbeda dengan
fungsi-fungsi pada divisi lain; (2) konflik antar-divisi, atau antara divisi
dengan kantor pusat; dan (3) beban koordinasi lebih besar.
Contoh struktur multidivisional :

Struktur
Matriks
Struktur
matriks diciptakan dengan maksud untuk menggabungkan kelebihan-kelebihan dari
struktur fungsi dan struktur multidivisional. Struktur matriks sebenarnya
melanggar salah satu prinsip klasik yang sejak lama diterapkan dalam
administrasi, yaitu kesatuan perintah (unity
of command). Seharusnya seorang bawahan hanya diwajibkan melapor kepada
seorang atasan. Namun, untuk mengambil manfaat dari penggabungan struktur
fungsional dan multidivisional, maka seorang anggota organisasi dalam struktur
matriks dimungkinkan memiliki dua atasan sekaligus. Struktur matriks ada yang
bersifat temporer dan adapula yang permanen. Kelebihan struktur matriks antara
lain adalah: (1) menghindari atau mengurangi “ego” fungsional; (2)
mengalokasikan tenaga spesialis secara efisien; (3) lebih fleksibel daripada
struktur multidivisional; (4) nenberi kebebasan lebih besar kepada anggota
organisasi; (5) menyeimbangkan antara efisiensi (cost-control) dan kecepatan (responsiveness).
Kelemahan struktur matriks adalah: (1) lebih membingungkan; (2) mendorong
terjadinya perebutan kekuasaan (power
struggle); (3) tekanan pada individu; dan (4) beban untuk menyeimbangkan
antara kepentingan fungsional dan proyek.
Contoh struktur matriks:

Struktur
Campuran
Merupakan
campuran dari berbagai tipe struktur. Tujuannya antara lain adalah untuk
menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan khusus dari suatu unit tanpa mengubah desain
organisasi secara keseluruhan. Ada dua jenis struktur campuran yang penting,
yaitu desain struktur matriks global yang biasa digunakan oleh MNC (Perusahaan
Multinasional) dan struktur organisasi jaringan. Struktur matriks global
disebut struktur campuran karena perusahaan-perusahaan lokal yang tersebar di
berbagai benua biasanya terdiri dari berbagai desain struktur yang berbeda.
Struktur jaringan bertitik tolak dari konsep outsourcing dan kolaborasi. Dalam
bentuk yang sangat ekstrem, struktur jaringan menghasilkan apa yang disebut
dengan organisasi virtual, dimana semua aktivitas organisasi telah habis
di-outsourcing, contohnya adalah seperti pada perusahaan yang memiliki merek
Benneton (pakaian), Nike (sepatu), Emerson Radio (produk-produk elektronik),
dan Schwinn Bicycle (sepeda).
Contoh struktur campuran:




Perusahaan-Perusahaan
Local
Struktur
Jaringan
Kelebihan
dari organisasi jaringan adalah: (1) Mendorong sharing informasi; (2) Memudahkan pengambilan keputusan; (3) Memacu
inovasi; (4) Sangat fleksibel untuk mengikuti perubahan tren atau mode; (5) Dapat
merespons kebutuhan-kebutuhan atau preferensi-preferensi konsumen yang bersifat
lokal. Kelemahan-kelemahan dari desain struktur jaringan adalah: (1) Tidak bisa
diterapkan pada semua jenis industri; (2) Kemungkinan eksploitasi; (3) Masalah
identitas organisasi; (4) Perlu pengelolaan khusus terhadap manager level
menengah dan spesialis.
Contoh struktur jaringan:

Elemen
– Elemen Dasar Struktur Organisasi
Elemen-elemen
yang digunakan dalam merancang struktur adalah: (1) elemen operasional; (2)
manajer menengah; (3) pucuk pimpinan; (4) para pembuat peraturan, yaitu analisi
yang bertugas menyusun bentuk-bentuk standardisasi dalam organisasi; dan (5)
staf pendukung.
Sebelum
merancang suatu struktur, seorang administrator perlu merumuskan:
1)
Penetapan
fungsi setiap anggota, yaitu ruang lingkup general dan sifat penugasannya;
2)
Pengalokasian
wewenang, yaitu menetapkan siapa yang diberi wewenang untuk menerjemahkan
keputusan tersebut secara lebih rinci;
3)
Penetapan
batas-batas tindakan yang boleh dilakukan oleh seorang anggota agar terjadi
saling koordinasi di dalam organisasi.
Peran
administrator adalah menemukan “kombinasi” rancangan struktur yang paling
sesuai berdasarkan pertimbangan-pertimbangan khsusus mengenai tugas-tugas yang
harus dijalankan organisasi itu sendiri. Saat ini, perancangan struktur lebih
mendekati seni (art) daripada teknis
atau ilmu pasti (science).
Daftar Pustaka
Gibson,
Ivancevich, Donnelly,
1985, Organisasi
(Perilaku-Struktur-Proses) Jilid 2. Ed. Dharma Agus. Jakarta: Erlangga
Ivancevich,
Konopaske. R, Matteson. Michael,
2006, Perilaku dan Manajemen Organisasi jilid
2. Edisi ketujuh. Ed. Hardani Wibi. Jakarta: Erlangga
Prof.
Dr. J. Winardi, S.E.,
2003, Teori Organisasi &
Pengorganisasian, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Kusdi, 2013, Teori Organisasi dan Administrasi, Jakarta: Salemba Humanika
Hendaknya ditambahkan penyebab struktur, determinan struktur.....
BalasHapus